WORKSHOP PENYUSUNAN KTSP BAGI TUTOR PAKET B

Posted by : Sriyanto

Di dalam Undang-Undang dasar 1945 Pasal 28 c (1), setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia, maka setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.ktsp
Pendidikan menurut Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional juga menyebutkan Sisten Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dan juga dikenal istilah jalur Pendidikan Formal, jalur Pendidikan Non-Formal dan Informal.
Pendidikan non-formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang dan berfungsi untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada pengetahuan akademik dan ketrampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.
Beberapa program pendidikan non-formal diantaranya adalah program keaksaraan, pendidikan anak usia dini, program kesetaraan, kursus, satuan pendidikan lainnya maka peserta didik atau warga belajar dalam pendidikan kesetaraan adalah mereka yang tidak terlayani oleh pendidikan formal karena keterbatasan usia, waktu maupun karena pilihannya sendiri.
Pendidikan kesetaraan sejatinya adalah pendidikan yang mengedepankan keterampilan fungsional sebagai bekal bagi peserta didik untuk meningkatkan taraf hidup dan kehidupannya.Penguasaan akademik tetap menjadi prioritas namun perlu diimbangi bahkan kalau perlu lebih diprioritaskan pada penguasaan keterampilan peserta didik.
Permasalahan akan muncul manakala penyelenggaraan pendidikan kesetaraan kesetaraan Paket B belum didukung dengan perangkat pengajaran yang memadai seperti kurikulum yang belum disesuaikan dengan kebutuhan, kompetensi tutor yang belum tepat, sarana dan prasarana yang terbatas.
Maka pemahaman tentang kurikulum bagi tutor adalah mutlak harus dilaksanakan oleh tutor, maka tutor harus memahami dan menyusun kurikulum yang telah disesuaikan dengan standar isi sehingga pengertian kurikulum harus benar-benar dimengerti.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Secara Nasional Gerakan Wajib Belajar 9 Tahun diawali dengan lahirnya Instruksi Presiden Nomor 01 Tahun 1994 tentang Program Wajar Dikdas 9 Tahun. Tujuan dan sarana program ini adalah memberikan agar semua warga negara Indonesia yang berusia 7 s.d. 12 tahun masuk/mengikuti pendidikan pada Sekolah Dasar dan/atau Setara serta semua penduduk berusia 13 s.d. 15 tahun masuk/mengikuti pendidikan pada sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan/atau setara. Dengan Inpres tersebut berarti setiap warga negara yang berusia pendidikan dasar antara 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar 9 tahun sampai tamat.
Selanjutnya juga diamanatkan dalam Instruksi Presiden RI Nomor 5 Tahun 2006, bahwa Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara dengan meningkatkan persentase peserta didik SMP/MTs/Sederajat terhadap penduduk usia 13-15 tahun atau angka partisipasi kasar (APK) sekurang-kurangnya menjadi 95 % pada akhir tahun 2008, dan Kabupaten Grobogan telah mencapai angka tersebut.
Di Kabupaten Grobogan, program kesetaraan Paket B telah berhasil mendukung pelaksanaan Wajar Dikdas 9 Tahun hal ini menjadi salah satu indikator bahwa pelayanan pendidikan di Kabupaten Grobogan telah mengalami kemajuan. Hal ini tentu melibatkan banyak pihak seperti para penyelenggara program Paket B di daerah, tutor dan lembaga-lembaga terkait.
Proses Pemebelajaran kepada warga belajar di jalur pendidikan non formal sangat berbeda, dibandingkan dengan proses pembelajaran kepada peserta didik di jalur pendidikan formal.Perhatian dan tanggungjawab seorang tutor harus sepenuhnya menyentuh pribadi dan kondisi sosial warga belajar itu sendiri. Berbagai hambatan banyak ditemui pada situasi ini, karena perhatian kita bukan saja masalah pengetahuan, tetapi juga masalah moral, mental dan pribadi mereka yang kita bentuk.
Dengan diadakannya workshop penyusunan KTSP diharapkan para tutor Paket B dapat menyusun kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang telah disesuaikan dengan standar isi, standar proses sehingga hambatan-hambatan yang ada telah terantisip

Tentang d

Meretas PNF Merambah Sesami : Dengan jalan mengabdi sebagi seorang pamong belajar dengan program PNF, melayani sesama tanpa membedakan statusnya, dan melayani mereka yang butuh pelayanan dengan sepenuh hati sesuai dengan kaidah penyelenggaraan progran Pendidikan Non-Formal.
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke WORKSHOP PENYUSUNAN KTSP BAGI TUTOR PAKET B

  1. judaz berkata:

    Semoga dengan adanya diklat KTSP di kabupaten Grobogan membaca pencerahan pelaksanaan KBM Paket B.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s