PARTISIPASI MASYARAKAT DAN PENGELOLAAN BIAYA PENDIDIKAN YANG EFEKTIF PADA PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Posted by : sry
tunas muda cria berlariPendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan orang tua, dukungan yang seimbang dari ketiga unsur tersebut sangatlah penting dalam menyukseskan pelaksanaan program pendidikan, dan untuk mengetahui sejauh mana  partisipasi masyarakat dan pengelolaan pembeayaan pendidikan yang efektif pada program PAUD, berikut ini hasil study kasus yang kami tuangkan dalam laporan karya ilmiah sebagai berikut :

penelitian PAUD (File: Pdf)

Dipublikasi di Pendidikan | Tag | Meninggalkan komentar

MAJELIS TAFSIR AL-QURAN

MTA Grobogan Resmi menjadi Perwakilan ke-33
Pada hari Ahad 28 Syawal 1430 H atau bertepatan dengan 18 Oktober 2009 Bertempat di Lapangan Desa Depok Kec. Toroh Kabupaten Grobogan, diselenggarakan pengajian Akbar oleh Yayasan Majlis Tafsir Al-qur’an (MTA) sekaligus mengadakan peresmian perwakilan dan Cabang yang ke-33 yaitu MTA Perwakilan Grobogan. Pada kesempatan tersebut tidak hanya meresmikan perwakilannya di kabupaten Grobogan tetapi sekaligus juga meresmikan cabang ke-167 yang ada di kabupaten Grobogan yaitu MTA Cabang Kradenan kabupaten Grobogan. Dihadapan puluhan ribu pengunjung para pengurus perwakilan ataupun pengurus cabang dilantik oleh ketua umum MTA Al-ustadz Drs. Ahmad Sukina yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan ( SK).
Menyertai Al-ustadz hadir pada kesempatan tersebut adalah Ketua MUI Kota Surakarta Dr.dr. Zaenal Arifin Adnan, SpPD KR dan ketua MUI Pusat KH. Drs. Amidan Shaberah.
Usai melantik para pengurus ketua umum MTA Al-ustadz Drs. Ahmad Sukina berkenan memberikan pengarahan kepada para pengurus ataupun kepada para pengunjung yang hadir, bahwa keberadaan MTA ini sudah sangat lama yaitu sejak tahun 1972 yang kegiatan utamanya adalah mempelajari Tafsir Al-qur’an, bukan menafsirkan Al-qur’an dengan tujuan agar umat Islam ini kembali kepada tuntunan yang sebenarnya yaitu Al-qur’an dan sunnah rasul, sebagaimana firman Allah : Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. [QS.57:16]
Selain itu kedatangan MTA di manapun bertujuan untuk mengkaji Al-qur’an untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari karena memang Allh sendiri yang mengatakan bahwa Al-qur’an diturunkan ini untuk dipelajari dan diamalkan sebagaimana dalam firman Allah berikut : Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. [QS.38:29].
Karena itu kegiatan MTA adalah mengkaji Al-qur’an dan diwujudkan dalam amal nyata seperti adanya kegiatan Donor darah yang sekarang ini masih berlangsung, kemudian saat ini juga relawan-relawan MTA berada di Padang Pariaman untuk membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah gempa bumi Sumatera Barat. Pada kesempatan yang sebelumnya seperti Tsunami Aceh juga MTA mengirim relawan sebanyak 100 orang untuk evakuasi, juga relawan MTA dikirim pada musibah tanah longsor di Banjarnegara, Gempa bumi di Jogja, banjir di Pati dan lain-lain. Itu semua sebagai amal nyata atas hasil kajian yang dilakukan oleh MTA.
Sebagai ketua MUI Kota Surakarta yang tidak asing lagi dengan para peserta pengajian ahad pagi atau pendengar radio mtafm adalah Dr.dr Zaenal Arifin Adnan, SpPD KR selalu hadir pada setiap peresmian MTA dimanapun tempatnya. Pada sambutannya beliau menyampaikan suatu perumpamaan antara Kepala dan Peci, dimana Kepala buatan Allah sedangkan Peci adalah buatan manusia. Bahwa kepala yang akan dipasang peci kalau ternyata pecinya tidak cukup atau terlalu kecil, maka jangan kepalanya yang dikecilkan tetapi mestinya pecinya yang harus disesuaikan. Begitulah kalau perilaku kita yang tidak sesuai dengan Al-qur’an buatan Allah, maka jangan Al-qur’an yang kita rubah untuk disesuaikan dengan amalan kita tetapi semestinya amalan kita yang harus mengikuti Al-qur’an.
Puncak acara pengajian akbar ini adalah tausyiah dari ketua MUI Pusat dari Jakarta yaitu KH. Drs. Amidan yang datang sempat mengendarai sepeda motor bersama Al-ustadz, karena menjelang beberapa kilometer terjadi kemacetan yang luar biasa. Beliau memberkan apresiasi yang luar biasa karena banyaknya pengunjung yang datang pada pengajian akbar yaitu pengajian yang diselenggrakan oleh sekelompok orang yang berbadan hukuj resmi yang mengkaji Al-qur’an dan kalau memepelajari Al-qur’an tentu akan mempelajari juga sunnah Rasul.
Dalam tausyiahnya beliau menyampaikan bahwa Al-qur’an itu bak Matahari, kalau matahari menyinari alam raya, tetapi kalau Al-qur’an itu menyinari hidup manusia. Menurut para ahli bahwa matahari menyinari kita ini selama sekitar 8 menit, kalau terlalu cepet 1 menit saja mungkin kita bisa terbakar dan kalau terlambat 1 menit saja kita bisa beku, itu semua adalah sunatullah yang telah mengaur dengan jarak sedemikian rupa sehingga kehidupan alam raya ini menjadi normal. Demikian juga Al-qur’an itu adalah sunatullah yang akan menyinari kehidupan manusia, kalau kita terlalu jauh dengan Al-qur’an, maka akan terjadi penyimpangan-penyimpangan seperti banyakya orang yang mengaku nabi bahkan mengaku sebagai malaikat jibril.
Beliau tegaskan pula bahwa untuk mempelajari Al-qur’an harus mempelajari juga sunnah Nabi atau hadits, karena memang hal itu diperintahkan dalam Al-qur’an itu sendiri : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. [QS.33:21].
Semoga dengan diresmikannya yayasan Majlis Tafsir Al-qur’an perwakilan Grobogan dan cabang Kradenan ini akan semakin berkembang dakwah untuk mengajak umat islam kembali kepada Al-qur’an dan sunnah di wilayah kabupaten Grobogan khususnya dan seluruh umat pada umumnya.

Dipublikasi di Religi | Meninggalkan komentar

MTA GROBOGAN DIRESMIKAN

Posted By : Sriyanto

Pada hari Ahad 28 Syawal 1430 H bertepatan dengan 18 oktober 2009, Bertempat dilapangan Desa Depok kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan, Yayasan Majlis Tafsir Al-qur’an (MTA) meresmikan perwakilannya yang ke-33 yaitu MTA Perwakilan Grobogan.Pengurus Pada kesempatan tersebut tidak hanya meresmikan perwakilannya di kabupaten Grobogan tetapi sekaligus juga meresmikan cabang ke-167 yang ada di kabupaten Grobogan yaitu MTA Cabang Kradenan kabupaten Grobogan( Desa Pakis Kec.Kradenan). Dihadapan puluhan ribu pengunjung para pengurus perwakilan ataupun pengurus cabang dilantik oleh ketua umum MTA Al-ustadz Drs. Ahmad Sukina yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan ( SK).
Menyertai Al-ustadz hadir pada kesempatan tersebut adalah Ketua MUI Kota Surakarta Dr.dr. Zaenal Arifin Adnan, SpPD KR dan ketua MUI Pusat KH. Drs. Amidan Shaberah.
Usai melantik para pengurus ketua umum MTA Al-ustadz Drs. Ahmad Sukina berkenan memberikan pengarahan kepada para pengurus ataupun kepada para pengunjung yang hadir, bahwa keberadaan MTA ini sudah sangat lama yaitu sejak tahun 1972 yang kegiatan utamanya adalah mempelajari Tafsir Al-qur’an, bukan menafsirkan Al-qur’an dengan tujuan agar umat Islam ini kembali kepada tuntunan yang sebenarnya yaitu Al-qur’an dan sunnah rasul, sebagaimana firman Allah : Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. [QS.57:16]
Peserta PengajianSelain itu kedatangan MTA di manapun bertujuan untuk mengkaji Al-qur’an untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari karena memang Allh sendiri yang mengatakan bahwa Al-qur’an diturunkan ini untuk dipelajari dan diamalkan sebagaimana dalam firman Allah berikut : Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. [QS.38:29]. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Religi | 2 Komentar

WORKSHOP PENYUSUNAN KTSP BAGI TUTOR PAKET B

Posted by : Sriyanto

Di dalam Undang-Undang dasar 1945 Pasal 28 c (1), setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia, maka setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.ktsp
Pendidikan menurut Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional juga menyebutkan Sisten Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dan juga dikenal istilah jalur Pendidikan Formal, jalur Pendidikan Non-Formal dan Informal.
Pendidikan non-formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang dan berfungsi untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada pengetahuan akademik dan ketrampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Pendidikan | 1 Komentar

DESAIN PELATIHAN TEKHNISI HP

Posted By : Sriyanto

I.PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Perkembangan dunia telekomunikasi telah berkembang dengan sangat pesat, menjadikan Telepon Sellular bukan hanya alat komunikasi biasa, tetapi banyak hal yang bisa digunakan untuk menunjang segala bentuk tekhnisi HPaktifitas sehingga menjadi sebuah kebutuhan bagi penggunanya dari segala tingkatan masyarakat. maka bidang ini sangat menjanjikan untuk menjadi lahan pengembangan bisnis pada era transformasi saat ini. Pertumbuhan yang begitu cepat telah berdampak pada outlet-outlet telepon selular disetiap daerah dengan berbagai macam produk, dengan hal tersebut maka dibutuhkan SDM sumber daya manusia yang bisa di andalkan untuk mampu merawat dan memperbaiki yang benar sesuai standar operating prosedur dari setiap produsen. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di KETRAMPILAN | 4 Komentar

PEMANFAATAN MICROSOFT POWER POINT UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN

Posted by : sry
BAB. I PENDAHULUAN
Program pelatihan komputer untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-Formal yang diselenggarakan oleh UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang bertempat di UPTD SKB Grobogan memberikan nuansa baru pada pengetahuan kami tentang E-Learning, yang merupakan singkatan dari Electronic Learning (E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain [Hartley, 2001]).

Diklat Pembuatan Media Belajar

Diklat Pembuatan Media Belajar

E-Learning merupakan media dan proses pendidikan yang memanfaatkan perkembangan teknologi elektronika saat ini . Dalam konteks ini yang dimaksud dengan elektronik adalah teknologi computer yang dikaitkan dengan penggunaan internet.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta dilatih bagaimana cara menggunakan berbagai program aplikasi, baik yang berbasis pengolah kata (Microsoft Word), program aplikasi berbasis angka/Spreadsheet (Microsoft Excel), program aplikasi berbasis data (Microsoft Acces), program aplikasi multi media (Power Point), dan pembuatan situs Blog. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di IT, Pendidikan | 11 Komentar

DESIGN WORKSHOP PENYUSUNAN KTI

Posted By: Sriyanto
DESAIN KEGIATAN WORKSHOP PENYUSUNAN KARYA ILMIAH
PENELITIAN TINDAKAN KELOMPOK BELAJAR (PTKB)
BAGI PAMONG BELAJAR

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keberadaan pamong belajar sebagai seorang pendidik, secara yuridis formal telah diakui melalui Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada bab I pasal 1 ayat 6 (Depdiknas, 2003), yang menegaskan bahwa:
Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan”.
Workshop Penysusunan KTIPamong belajar dapat disebut pula sebagai fasilitator, sumber belajar, dan pengajar. Pelibatan pamong belajar sebagai pembina atau penyelenggara program membawa konsekuensi yang cukup besar terhadap eksistensi pamong belajar. Dengan posisi yang seperti itu, maka adalah sangat tepat bila dikatakan bahwa sebagai sebuah inovasi, keberhasilan implementasi program life skills PLS oleh UPTD SKB dibebankan di pundak para pamong belajar. Tugas pokok dan mekanisme kerja Pamong Belajar (PB) diatur dalam Keputusan Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangu nan dan Pendayagunaan Aparatur Negara (Kep.Menkowasbangpan) Nomor 25/KEP/MK.WASPAN/6/1999 tentang Jabatan Fungsional Pamong Belajar dan Angka Kreditnya. Pada Keputusan tersebut peran PB dalam menunjang keberhasilan Pendidikan Nonformal sangat strategis, dimana PB adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewe nang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melak sanakan pengembangan model, melaksanakan kegiatan belajar mengajar dalam rangka pengembangan model dan pembuatan percontohan serta penilaian dalam rangka pengendalian mutu dan dampak pelaksanaan pro gram pendidikan luar sekolah pemuda dan olahraga. Workshop Penuyusunan PTKB
Oleh karena itu setiap PB berkewajiban untuk memahaminya secara baik dan menerapkan Kep.Menkowasbangpan Nomor 25/KEP/MK.WASPAN/6/1999.
Penyelenggaraan Pendidikan nonformal (PNF) yang berkualitas, antara lain ditandai dengan (1) keefektivan pencapaian tujuan, (2) efesiensi pemanfaataan/penggunaan sumber daya, (3) relevan dengan kebutuhan peserta peserta didik, pasar, terpadu dengan rencana strategis kewila yahan dan berbasis pada pengembangan keunggulan-keunggulan potensi sumber daya kewilayahan (4) ketepatan karakteristik sasaran (5) ber sifat antisipatif terhadap berbagai perubahan. Komponen yang berpe ngaruh terhadap pencapaian penyelenggaraan PNF yang berkualitas antara lain ketersediaan ketenagaan yang memadai baik jumlah maupun kualitas. Ketenagaan pada jalur pendidikan nonformal terdiri dari pendidik dan tenaga kependidikan. Pamong belajar dan penilik memiliki peran sangat strategis dalam mewujudkan kualitas penyeleng garaan PNF. Pamong belajar dan penilik memiliki peran sangat strategis dalam mewujudkan kualitas penyelenggaraan PNF, sehingga pengem bangan profesi khususnya bagi Pamong Belajar sangat penting untuk selalu ditingkatkan. Pengembangan adalah proses, cara, perbuatan mengem bangkan atau upaya/proses kegiatan secara bersama untuk meningkat kan kualitas kegiatan dalam memenuhi berbagai kebutuhannya. Sedangkan profesi berhubungan dengan bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan dsb) tertentu.Pengem bangan Profesi Pamong Belajar adalah kegiatan pamong belajar dalam rangka pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk peningkatan mutu, baik bagi proses belajar mengajar dan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di KETRAMPILAN, Pendidikan

TRADISI DUGDERAN DENGAN WARAK NGENDOK

Posted by : sry

Dalam menyambut datangnya bulan Romadhan, masyarakat Semarang mempunyai tradisi tersendiri, yang dikenal dengan tradisi Dugderan.Nama “Dugderan” merupakan onomatope dari suara letusan.duug….duug….duug deeerrr…..  Konon, masyarakat setiap kali menunggu ketetapan datangnya bulan Romadhan ( 1 Syawal )selalu

GAMBAR WARAK NGENDOK

GAMBAR WARAK NGENDOK

menunggu pengumuman dari para ulama di alun-alun ( depan Masjid Agung Kauman Semarang ) dengan ditandai bunyi letusan meriam atau bom udara yang suaranya bisa  menggelegar dan dapat didengar oleh khalayak.Tradisi dugderan nampaknya dijaga teruskeberadaannya bahkan pemerintah kota Semarang mengambil alih yang dulu hanya berpusat di masjid Agung kini dikemas menjadi kegiatan yang tidak hanya bersifat religius tetapi sudah menjadi kegiatan ceremonial yang dilengkapi dengan adanya karnaval dan upacara kenegaraan. Berikut ini Video Karnaval dugderan dengan Warak Gendongnya :

Dugderan nampaknya tidak hanya sebagai sarana dakwah, tetapi juga sebagai sarana hiburan, apalagi sekarang ini dugderan digelar di kawasan MAJT (Masjid Agung Jawa Tengah) yang tahun sebelumnya dugderan biasa diselenggarakan di area Masjid Agung Kauman dan kawasan Pasar Johar.Tidak lengkap rasanya dugderan tanpa warok ngendok. Puncak acara dugderan biasanya selalu dimeriahkan pawai karnaval dengan membawa warok berkeliling kota Semarang. Warok Ngendok adalah mainan khas yang muncul sekali dan hanya hadir di perayaan dugderan. Hewan rekaan ini tubuhnya berbentuk menyerupai kambing dengan kepala mirip ular naga. Menurut Sejarawan Amen Budiman, hewan ini merupakan perpaduan antara binatang mitos Cina Naga dan Buroq dari Arab, dengan kata lain , warok Ngendok adalah simbol persatuan dari berbagai golongan etnis yang ada di Semarang.
Dugderan dengan Warok Ngendok merupakan tradisi menyambut datangnya bulan Romadhan yang seharusnya tidak ditinggalkan. Namun yang lebih penting adalah bagaimana Umat Islam mengisi Ramadhan dengan sesuatu yang membuat ibadah penuh makna dan tidak sia-sia. Semarakkan Romadhan dengan Ibadah… sebagaimana semarakknya dugderan dengan Waroknya. (sry)

Dipublikasi di Kebudayaan, Religi | Tag , | 1 Komentar